Judul lagu Derbi Romero, memang, namun bukan itu yang akan saya bahas.
Optimis saya mengatakan bahwa Tuhan terlalu mencintai saya. Dia terlalu mencintai saya, sehingga tidak segera melepaskan saya. Tuhan selalu mengirimkan cinta ke dalam hati saya. Hati saya kini memiliki banyak cinta. Cinta dan selalu cinta takkan pernah berubah seumur hidup.
Banyak kawan yang bercerita selalu bisa loyal kepada kekasihnya, tetapi saya tidak. Pernahkah saya hanya bisa mencintai satu dzat saja, dan mengorbankan segalanya untuk dzat yang satu itu?! Tidak pernah! Saya selalu memiliki banyak cinta dengan prosentase yang berbeda-beda, dengan macam cinta yang berbeda-beda. Di satu sisi saya mencintai kekasih saya, di sisi lain saya mencintai hobby saya, di sisi lain saya mencintai ibu saya, di sisi lain lagi saya mencintai Tuhan. Saat saya sedang membenci Tuhan, ada cinta ibu. Saat sedang membenci kekasih, ada hobby. Asyik sekali!
Mudah jatuh cinta. Itulah diri saya. Pertama, saat saya berkunjung ke rumah seorang anak, saya temui di sana tak ada kecuali satu: kemelaratan. Saya jatuh cinta pada anak itu. Kuajak untuk selalu bersekolah. Biaya sekolah menjadi tanggung jawab saya. Kedua, saat saya menuntun simbah dari jalan raya menuju rumah, memakan waktu berjam-jam, sesampai di rumahnya saya menemukan kekayaan yang luar biasa, kekayaan hati, kekayaan doa, saya jatuh cinta kepada simbah saya, orang yang selalu mengucapkan, ”Barakallahu fi ’Umrik” setiap kali saya mencium tangan lembutnya. Ketiga, saat seorang salih datang kepada saya, tidak ada yang dia tawarkan kecuali aktifitas yang menyenangkan, mengajak saya melakukan kegiatan sosial. Saya tidak paham akankah kegiatan tersebut bermanfaat bagi saya, karena saya butuh uang untuk hidup, bukan jiwa sosialis. Namun entahlah dia sangat berpengaruh terhadap saya dalam sekejap saja. Perkenalan singkat yang membuat saya jatuh hati, sedikit.
Cinta bagi saya adalah anugerah, meski terkadang membuat mata saya berair, menangisi kecemburuan, saat orang-orang yang saya cintai menghilang. Namun lebih banyak bahagianya, karena selalu bisa tertawa. Maka terima kasih Tuhan, cinta ini akan selalu saya jaga, untuk-Mu.
Cintailah diriku Tuhan.